Kamis, 8 Januari 2026

Kapolres Lhokseumawe Borong Duren Warga Sawang, Ringankan Beban Petani Pascabencana

LHOKSEUMAWE – Kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan., S.H., S.I.K., M.S.M., M.H dengan datang langsung memborong durian milik warga Desa Gunci, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Provinsi Aceh, selasa (6/1/2026). Durian yang dibeli tersebut merupakan hasil tani lokal Sawang yang sejak dulu dikenal memiliki cita rasa khas dan digemari masyarakat.

Langkah Kapolres ini menjadi angin segar bagi para petani durian, khususnya warga Sawang yang terdampak bencana banjir. Selama ini, keterbatasan akses dan jauhnya jarak dari desa menuju kota membuat warga kerap bergantung pada tengkulak untuk menjual hasil panen mereka dengan harga yang tidak selalu menguntungkan.

Dengan adanya pembelian langsung tersebut, warga merasa sangat terbantu karena hasil tani mereka dapat terserap tanpa harus menunggu tengkulak datang atau menempuh perjalanan jauh ke pusat kota.

Kapolres Lhokseumawe menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.

“Ini adalah bentuk dukungan kami kepada masyarakat, khususnya petani durian di Sawang yang terdampak bencana. Kita ingin membantu agar hasil tani mereka tetap bernilai dan dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh warga,” ujar Kapolres Lhokseumawe.

Sementara itu, Fazir Geucik Gunci Sawang menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Kapolres Lhokseumawe atas perhatian yang diberikan kepada warganya.

“Kami sangat mengapresiasi Kapolres Lhokseumawe yang telah membeli hasil tani warga. Ini sangat membantu masyarakat Sawang yang masih dalam tahap pemulihan pascabanjir,” ungkapnya.

Aksi sederhana namun bermakna tersebut menjadi bukti nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga mendukung ketahanan ekonomi dan kesejahteraan warga di masa sulit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *