Rabu, 14 Januari 2026

Polisi Bhabinkamtibmas Hadiri Pawai Ta’aruf di Pesantren Misbahul Ulum

Tribratanews, Lhokseumawe-Polisi Bhabinkamtibmas Hadiri Pawai Ta’aruf di pesantren Misbahul Ulum Gampong Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Minggu pagi 22 Juli 2018.

Sekitar ratusan santri Pondok Pesantren tersebut tampak mengikuti pawai Ta’aruf (perkenalan) di komplek pesantren terpadu itu.

Acara dibuka langsung Direktur Pesantren, DR Hamdani Khalifah MA. Selain diikuti para santri baru dan lama, kegiatan rutin setiap memasuki tahun ajaran baru itu juga dihadiri sejumlah unsur, antara lain para alumni, wali santri, komite pesantren, pejabat kecamatan meliputi unsur Muspika setempat.

Juga hadir Babinkamtibmas Desa Meuria paloh Brigadir Rida Hidayahtullah mewakili Kapolsek Muara Satu AKP Ahmad Yani,SE, Iptu Bukhari Gamcut (unsur pembina Pesantren yang juga Kapolsek Muara Batu dan Bripka. Mohd. Ansharsyah Kanit Provos Polsek Muara Satu.

Kegiatan tersebut berisi, apel dengan pembina upacara Drs,H Boihaqi dalam pidatonya berharap para santri jangan suka menunda pekerjaan baik, menjadikan belajar sebagai kebutuhan hidup dan selalu berbuat baik kepada siapapun.

“Jangan sia-siakan waktu kalian, karena waktu tidak bisa kembali,” harapnya.

Beliau juga mengutip kata-kata mutiara dari Imam Assyafi’i, “Jika kalian tak mampu menahan letihnya belajar, maka kalian akan menanggung perihnya kebodohan,”.

Usai upacara, dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada Thursina, santri kelas VI A, juara 1 Kaligrafi Kontemporer pada acara Personi Aceh tahun 2018.

Kemudian kepada M Alfarizi, santri kelas VI juara II pidato Bahasa Inggris, Lutfiani santri kelas III yang menjuarai kaligrafi Qur’an pada even yang sama. Penghargaan juga diberikan kepada Ustdz Munawir selaku pembimbing kaligrafi para juara.

Sementara itu Babinkamtibmas Desa Meuria Paloh Brigadir Rida Hidayahtullah kepada Tribratanews menerangkan, kehadiran pihaknya dalam acara itu sebagai bentuk kepedulian kepolisian terhadap lembaga pendidikan agama, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada santri dan tamu undangan selama acara berlansung.

Menurut Brigdir Rida ilmu agama adalah tuntunan kehidupan umat Islam dan santri yang telah lulus harus menjadi motor penggerak pendidikan beragama di dalam masyarakat. “Tanpa Ilmu agama, maka kehidupan sosial masyarakat tidak berjalan dengan baik, oleh sebab itu pondok pesantren harus menjadi wadah mencetak santri yang siap menghadapi tantangan sosial masyarakat saat ini,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *